Dijual cepat!
Tanah kavling murah dan siap bangun, daerah Indramayu- JaBar. Foto belum ada, kalau ada yg minat atau ingin bertanya tentang ukuran dansebagainya bisa comment or message via email! Riskahasanah31@yahoo.com untuk mendapatkan contact person supaya lebih jelasnya.Thanks;)
Jumat, 26 Juni 2015
Rabu, 17 Juni 2015
Politik dan Strategi Nasional
Kata Politik secara etimologis berasal dari
bahasa Yunani yaitu “Politeai”. “Politeai” berasal dari kata “polis”
yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan
“teai” yang berarti urusan. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua
kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu “politics” dan “policy” menjadi satu
kata yang sama yaitu politik.
Politics adalah suatu rangkaian
asas (prinsip), keadaan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai
tujuan atau cita-cita tertentu. Policy diartikan kebijakan, adalah penggunaan
pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu
usaha, cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki.
Politik secara umum adalah
bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut
proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan
tujuan-tujuan tersebut, meliputi Pengambilan Keputusan (decision making),
mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi
antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan
yang telah dipilih.
Untuk melaksanakan tujuan-tujuan
itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang
menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada.
Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan
(power) dan wewenang (authority), yang digunakan untuk membina kerjasama dan
untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. Hal itu dilakukan
baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion).
Tanpa adanya unsur paksaan maka
kebijaksanaan hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka.
Dari uraian tersebut diatas, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan
:
1.
Negara
Negara adalah suatu organisasi
dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh
rakyatnya. Boleh dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama
dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah
yang berdaulat.
2.
Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan
seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok
lain sesuai dengan keinginnannya. Dalam politik perlu diperhatikan bagaimana
kekuasaan itu diperoleh, dilaksanakan dan dipertahankan.
3.
Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan sebagai
aspek utama dari politik, dan dlam pengambilan keputusan perlu diperhatikan
siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. Jadi
politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. Keputusan yang
diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.
4.
Kebijakan Umum
Kebijakan (policy) merupakan
suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam
rangka memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Dasar pemikirannya adalah
bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara
bersama pula oleh karena itu diperlukan rencana yang mengikat yang dirumuskan
dalam kebijakan-kebijakan oleh pihak yang berwenang.
5.
Distribusi
Distribusi adalah pembagian dan penjatahan
nilai-nilai (Values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan,
atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil. Jadi politik
itu membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara
mengikat.
# Pengertian Strategi
Kata Strategi berasal dari kata “strategia”
berasal dari bahasa Yunani yang berarti “the art of general” atau seni seorang
panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. Karl Von Clausewitz (1780-1831)
berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran
untuk memenangkan peperangan.
Sedangkan
perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dalam abad modern
sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni
seorang panglima dalam peperangan saja, akan tetapi sudah digunakan secara luas
termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. Arti strategi dalam
pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu
tujuan termasuk politik.
Dengan
demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang
militer saja, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada
dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan
kekuatan-kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam) untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
# Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas)
Politik Nasional adalah asas, haluan, usaha serta
kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan
dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai
tujuan nasional. Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi
nasional. Misalnya strategi jangka penedek, jangka menengah dan jangka panjang.
Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik
nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik
nasional.
# Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional
Dasar
pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen
nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan
Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini
penting artinya karenadidalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional
dan konsep strategis bangsa Indonesia.
# Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional
Politik dan
strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem
kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana
jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut
sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA.
Sedangkan
badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”,
yang mencakup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai
politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest
group) dan kelompok penenkan (pressure group). Antara suprastruktur dan
infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang
seimbang.
Refrensi :
Ketahanan Nasional
Lembaga Ketahanan Nasional, disingkat Lemhannas,
adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian
Indonesia
yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan
tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan
nilai-nilai kebangsaan.
Sejarah :
Lembaga Pertahanan Nasional
berdiri pada tanggal 20 Mei 1965 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1964, dan
berada langsung di bawah Presiden. Pada tahun 1983, lembaga ini
berubah nama menjadi Lembaga Ketahanan Nasional, yang berada di bawah Panglima
ABRI. Pada tahun 1994
lembaga ini berada langsung di bawah Menteri Pertahanan dan Keamanan. Tahun 2001, Lemhannas
merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang bertanggung jawab kepada
Presiden. Sejak tahun 2006, berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2006, mengingat
beban dan tanggung jawab lembaga, maka jabatan Gubernur Lemhannas disejajarkan
dengan Jabatan Menteri.
Pembentukan lemhannas pada
dasarnya merupakan jawaban atas tuntutan perkembangan lingkungan strategic baik
nasional dan internasional yang mengharuskan adanya integrasi dan kerjasama
yang mantap serta dinamis antar para aparatur Sipil, TNI, Polri dan pimpinan
Swasta Nasional serta pimpinan politik dan organisasi kemasyarakatan, dalam
rangka penyelenggaraan pemerintahan negara.
Presiden pertama Indonesia, Ir.
Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei 1965 sebagai hari berdirinya Lembaga
Pertahanan Nasional (Lemhannas) berdasarkan Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 37 tahun 1964 yang bertepatan dengan peringatan bersejarah hari
kebangkitan nasional Indonesia. Pada saat upacara berdirinya Lemhannas
sekaligus dimulainya fungsi utama Lemhannas yaitu penyelenggaraan pendidikan
dengan upacara pembukaan program pendidikan Kursus Reguler Angkatan I.
Pembentukan Lemhannas juga
dimaksudkan sebagai salah satu urgensi nasional dalam upaya menyelamatkan dan
melestarikan cita-cita proklamasi kemerdekaan dan tujuan bangsa Indonesia serta
kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia ditengah-tengah percaturan
politik dunia.
Tujuan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Srijanti, dkk (2009) menjelaskan tujuan, fungsi, dan sifat
dari ketahanan nasional sebagai berikut:
A.
Tujuan
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional diperlukan dalam menunjang keberhasilan
tugas pokok pemerintahan, seperti tegaknya hukum dan ketertiban, terwujudnya
kesejahteran dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan,
terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta terdapatnya kesempatan
rakyat untuk mengaktualisasi diri.
B.
Fungsi
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional mempunyai fungsi sebagai:
·
Daya
tangkal, dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, ketahanan nasional
Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan,
dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan negara
Indonesia dalam aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan
pertahanan keamanan.
·
Pengarah
bagi pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam bidang ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan
rakyat.
·
Pengarah
dalam menyatukan pola pikir, pola tindak, dan cara kerja intersektor,
antarsektor, dan multidisipliner. Cara kerja ini selanjutnya diterjemahkan
dalam RJP yang dibuat oleh pemerintah yang memuat kebijakan dan strategi
pembangunan dalam setiap sektor untuk mencapai tujuan nasional mewujudkan
masyarakat adil dan makmur.
Ciri dan asas ketahanan nasional
Ketahanan
nasional
yang dikembangkan bangsa Indonesia bertumpu pada budaya yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia sehingga berbagai cirri ketahanan nasional yang dikembangkan
tidak dapat dilepaskan dari tata kehidupan bangsa Indonesia (Suhady dan Sinaga,
2006).
A.
Ciri
Ketahanan Nasional
·
Ketahanan
nasional merupakan prasyarat utama bagi bangsa yang sedang membangun menuju
bangsa yang maju dan mandiri dengan semangat tidak mengenal menyerah yang akan
memberikan dorongan dan rangsangan untuk berbuat dalam mengatasi tantangan,
hambatan dan gangguan yang timbul.
·
Menuju
mempertahankan kelangsungan hidup. Bangsa Indonesia yang baru membangun dirinya
tidak lepas dari pencapaian tujuan yang dicitacitakan.
·
Ketahanan
nasional diwujudkan sebagai kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan bangsa untuk mengembangkan kekuatan dengan menjadikan
ciri mengembangkan ketahanan nasional berdasarkan rasa cinta tanah air, setia
kepada perjuangan, ulet dalam usaha yang didasarkan pada ketaqwaan dan keimanan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, keuletan dan ketangguhan sesuai dengan perubahan
yang dihadapi sebagai akibat dinamika perjuangan, baik dalam pergaulan antar
bangsa maupun dalam rangka pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa.
B.
Asas
Ketahanan Nasional
Pengembangan ketahanan nasional bangsa Indonesia didasari
pada asasasas sebagai berikut:
·
kesehjateraan
dan keamanan
·
utuh
menyeluruh terpadu
·
kekeluargaan
·
mawas
diri
Refrensi :
Provinsi Di Indonesia
Republik Indonesia adalah sebuah republik kesatuan yang terdiri dari 34 provinsi.
Provinsi adalah pembagian administratif paling umum di Indonesia, dan mempunyai sejumlah kekuasaan otonom berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen. Setiap provinsi memiliki perangkat pemerintahan masing-masing, dipimpin seorang gubernur. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi bertindak sebagai lembaga legislatif di tingkat ini. Di tingkat nasional, setiap provinsi mempunyai empat orang perwakilan di Dewan Perwakilan Daerah, yang dipilih melalui pemilihan umum.
Dari ke-34 provinsi ini, Jawa Barat mempunyai penduduk terbanyak dengan perkiraan 43 juta orang, sementara Kalimantan Utara memiliki penduduk paling sedikit dengan 600 ribu orang. Papua memiliki wilayah yang paling luas, meliputi 319,036 kilometer persegi, sementara Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah yang paling sempit dengan 664 kilometer persegi. Sebaliknya, provinsi dengan populasi terpadat adalah Jakarta, dengan 12,786 orang/kilometer persegi; sementara populasi paling jarang terdapat di Papua, dengan 8 orang/kilometer persegi.
# JAKARTA
Nama:
Daerah khusus
ibukota Jakarta | Pulau: Jawa
| Ibukota: Jakarta
Gubernur: Basuki Tjahaja Purnama | Wakil Gubernur: Djarot Saiful Hidayat (sejak 17 Desember 2014)
Kode BPS: 31 | Kode ISO: ID-JK | Kode kendaraan: B
Kode telepon: 021 | Kode pos: 10110-14530
Luas: 740,28 km2 | Populasi: 9.607.787 jiwa | Kepadatan: 12978.59 jiwa/km2
Pembagian administratif: 1 kabupaten dan 5 kota, 78 kecamatan, 438 desa/kelurahan
Semboyan: Jaya Raya ("Jaya dan Agung")
Flora: Salak condet (Salacca edulis)[6]
Fauna: Elang Bondol (Haliastur indus)
Produk domestik regional bruto per kapita: Tidak ada data
Situs web resmi: www.jakarta.go.id | Situs BPS: www.jakarta.bps.go.id
Gubernur: Basuki Tjahaja Purnama | Wakil Gubernur: Djarot Saiful Hidayat (sejak 17 Desember 2014)
Kode BPS: 31 | Kode ISO: ID-JK | Kode kendaraan: B
Kode telepon: 021 | Kode pos: 10110-14530
Luas: 740,28 km2 | Populasi: 9.607.787 jiwa | Kepadatan: 12978.59 jiwa/km2
Pembagian administratif: 1 kabupaten dan 5 kota, 78 kecamatan, 438 desa/kelurahan
Semboyan: Jaya Raya ("Jaya dan Agung")
Flora: Salak condet (Salacca edulis)[6]
Fauna: Elang Bondol (Haliastur indus)
Produk domestik regional bruto per kapita: Tidak ada data
Situs web resmi: www.jakarta.go.id | Situs BPS: www.jakarta.bps.go.id
#JAWA BARAT
Nama:
Jawa Barat
| Pulau: Jawa
| Ibukota: Bandung
Gubernur: Ahmad Heryawan | Wakil Gubernur: Deddy Mizwar (sejak 13 Juni 2013)
Kode BPS: 32 | Kode ISO: ID-JB | Kode kendaraan: D, E, F, T, Z
Kode telepon: 021, 022, 0231-0234, 0251, 0260-0267 | Kode pos: 16110-17730, 40111-46475
Luas: 35.244,91 km2 | Populasi: 43.053.732 jiwa | Kepadatan: 1221.56 jiwa/km2
Pembagian administratif: 18 kabupaten dan 9 kota, 128 kecamatan, 1.332 desa/kelurahan
Semboyan: Gemah Ripah Repeh Rapih (Bahasa Sunda); Bahasa Indonesia: "Makmur Sentosa Sederhana Rapi"
Flora: Gandaria (Bouea macrophylla)[8]
Fauna: Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)
Produk domestik regional bruto per kapita: Tidak ada data
Situs web resmi: www.jabarprov.go.id | Situs BPS: www.jabar.bps.go.id
Gubernur: Ahmad Heryawan | Wakil Gubernur: Deddy Mizwar (sejak 13 Juni 2013)
Kode BPS: 32 | Kode ISO: ID-JB | Kode kendaraan: D, E, F, T, Z
Kode telepon: 021, 022, 0231-0234, 0251, 0260-0267 | Kode pos: 16110-17730, 40111-46475
Luas: 35.244,91 km2 | Populasi: 43.053.732 jiwa | Kepadatan: 1221.56 jiwa/km2
Pembagian administratif: 18 kabupaten dan 9 kota, 128 kecamatan, 1.332 desa/kelurahan
Semboyan: Gemah Ripah Repeh Rapih (Bahasa Sunda); Bahasa Indonesia: "Makmur Sentosa Sederhana Rapi"
Flora: Gandaria (Bouea macrophylla)[8]
Fauna: Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)
Produk domestik regional bruto per kapita: Tidak ada data
Situs web resmi: www.jabarprov.go.id | Situs BPS: www.jabar.bps.go.id
#JAWA TIMUR
Nama:
Jawa Timur
| Pulau: Jawa
| Ibukota: Surabaya
Gubernur: Soekarwo | Wakil Gubernur: Saifullah Yusuf (sejak 12 Februari 2009)
Kode BPS: 35 | Kode ISO: ID-JI | Kode kendaraan: L, M, N, P, S, W, AE, AG
Kode telepon: 031, 0321-0358 | Kode pos: 60111-69493
Luas: 47.921,16 km2 | Populasi: 37.476.757 jiwa | Kepadatan: 782.05 jiwa/km2
Pembagian administratif: 29 kabupaten dan 9 kota, 573 kecamatan, 8.574 desa/kelurahan
Semboyan: Jer Basuki Mawa Béya (Bahasa Jawa); Bahasa Indonesia: "Kesuksesan membutuhkan pengorbanan"
Flora: Sedap malam (Polyanthes tuberosa)[10]
Fauna: Ayam Bekisar (Gallus varius × Gallus gallus)
Produk domestik regional bruto per kapita: Tidak ada data
Situs web resmi: www.jatimprov.go.id | Situs BPS: www.jatim.bps.go.id
Gubernur: Soekarwo | Wakil Gubernur: Saifullah Yusuf (sejak 12 Februari 2009)
Kode BPS: 35 | Kode ISO: ID-JI | Kode kendaraan: L, M, N, P, S, W, AE, AG
Kode telepon: 031, 0321-0358 | Kode pos: 60111-69493
Luas: 47.921,16 km2 | Populasi: 37.476.757 jiwa | Kepadatan: 782.05 jiwa/km2
Pembagian administratif: 29 kabupaten dan 9 kota, 573 kecamatan, 8.574 desa/kelurahan
Semboyan: Jer Basuki Mawa Béya (Bahasa Jawa); Bahasa Indonesia: "Kesuksesan membutuhkan pengorbanan"
Flora: Sedap malam (Polyanthes tuberosa)[10]
Fauna: Ayam Bekisar (Gallus varius × Gallus gallus)
Produk domestik regional bruto per kapita: Tidak ada data
Situs web resmi: www.jatimprov.go.id | Situs BPS: www.jatim.bps.go.id
Refrensi :
Langganan:
Postingan (Atom)
