Sabtu, 19 Oktober 2013

PERGESERAN NILAI-NILAI BUDAYA DI INDONESIA

Pada  zaman modern sekarang ini terdapat berbagai bentuk perubahan.  Baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Moderenisasi yang terjadi akibat atau erat kaitannya dengan pembangunan yang digalakkan dewasa ini. Pembangunan akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang bersumber dari pergeseran nilai, gagasan dan keyakinan sebagai akibat pemakaian dan pendayagunaan hasil-hasil kemajuan dan teknologi yang dipergunakan dalam pembangunan. Dilihat dari segi budaya maka moderenisai berarti pergeseran sikap dan mentalitas sebagian warga masyarakat untuk hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.
 
Salah astu aspek yang bergeser dalam kehidupan masyarakat dewasa ini sistem nilai budaya yang menjadi ciri khas dari suatu keluarga tertentu. Keluarga lebih banyak dimasuki oleh budaya dari luar sehingga nilai budaya yang telah tertanam sejak dahulu kala dan merupakan warisan leluhur hampir-hampir dilupakan oleh generasi sekarang ini. Hal ini disebabkan antara lain oleh kemajuan teknologi dan pesatnya laju pembangunan yang membawa dampak perubahan dan pergeseran nilai di masyarakat.

Contohnya dalam hal berbicara saja, dulu masih banyak kita jumpai orang berbicara dengan sopan dan paham etika. Jika berbicara dengan orang yang tua, dengan guru maka kita akan berbicara dengan sopan, penuh hormat dan sangat menghargai apa yang disampaikan kepada kita. Namun sekarang yang terjadi adalah malah sebaliknya. Anak-anak muda berbicara semaunya saja tanpa memperdulikan  aturan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Orang-orang sekarang sudah banyak yang meninggalkan etika berbicara yang pantas. Dengan dalih gaul, mereka lupa bahwa bahasa yang disampaikan justru tidak mencerminkan budaya sopan santun.
 
Oleh karenanya salah satu cara untuk menangkal perubahan dan pergeseran nilai tersebut dengan jalan meningkatkan nilai dan mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal khususnya pendidikan dalam keluarga sendiri. Keluarga merupakan satu unit kesatuan sosial terkecil adalah wadah yang paling efektif untuk menanamkan dan membina nilai-nilai budaya. Karena didalam lingkungan keluargalah hubungan emosional terjalin dengan akrab dan intensif sehingga memungkinkan berlangsungnya proses pendidikan secara persuasif. Dengan jalur pendidikan seperti ini secara dini anak-anak dipersiapkan dan dilatih untuk memenuhi fungsi dan perannya masing-masing, guna memasuki lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Pada keluarga yang terdiri dari seorang suami, seorang istri dan anak-anaknya. Terdapat hubungan interaksi yang harmonis, sehingga muncul kemungkinan peluang yang sangat tepat untuk membentuk jiwa dan kepribadian si anak dengan mengajarkan nilai-nilai budaya warisan leluhur mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar