Pada zaman modern sekarang ini terdapat berbagai bentuk
perubahan. Baik dalam bidang ekonomi,
sosial, maupun budaya. Moderenisasi yang terjadi akibat atau erat kaitannya
dengan pembangunan yang digalakkan dewasa ini. Pembangunan akan menyebabkan
terjadinya perubahan-perubahan yang bersumber dari pergeseran nilai, gagasan
dan keyakinan sebagai akibat pemakaian dan pendayagunaan hasil-hasil kemajuan
dan teknologi yang dipergunakan dalam pembangunan. Dilihat dari segi budaya
maka moderenisai berarti pergeseran sikap dan mentalitas sebagian warga
masyarakat untuk hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.
Salah astu aspek yang bergeser
dalam kehidupan masyarakat dewasa ini sistem nilai budaya yang menjadi ciri
khas dari suatu keluarga tertentu. Keluarga lebih banyak dimasuki oleh budaya
dari luar sehingga nilai budaya yang telah tertanam sejak dahulu kala dan
merupakan warisan leluhur hampir-hampir dilupakan oleh generasi sekarang ini.
Hal ini disebabkan antara lain oleh kemajuan teknologi dan pesatnya laju
pembangunan yang membawa dampak perubahan dan pergeseran nilai di masyarakat.
Contohnya dalam hal berbicara
saja, dulu masih banyak kita jumpai orang berbicara dengan sopan dan paham
etika. Jika berbicara dengan orang yang tua, dengan guru maka kita akan
berbicara dengan sopan, penuh hormat dan sangat menghargai apa yang disampaikan
kepada kita. Namun sekarang yang terjadi adalah malah sebaliknya. Anak-anak
muda berbicara semaunya saja tanpa memperdulikan aturan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Orang-orang sekarang sudah banyak yang meninggalkan etika berbicara yang
pantas. Dengan dalih gaul, mereka lupa bahwa bahasa yang disampaikan justru
tidak mencerminkan budaya sopan santun.
Oleh karenanya salah satu cara
untuk menangkal perubahan dan pergeseran nilai tersebut dengan jalan
meningkatkan nilai dan mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan
non formal khususnya pendidikan dalam keluarga sendiri. Keluarga merupakan satu
unit kesatuan sosial terkecil adalah wadah yang paling efektif untuk menanamkan
dan membina nilai-nilai budaya. Karena didalam lingkungan keluargalah hubungan
emosional terjalin dengan akrab dan intensif sehingga memungkinkan
berlangsungnya proses pendidikan secara persuasif. Dengan jalur pendidikan
seperti ini secara dini anak-anak dipersiapkan dan dilatih untuk memenuhi
fungsi dan perannya masing-masing, guna memasuki lingkungan masyarakat yang
lebih luas.
Pada keluarga yang terdiri
dari seorang suami, seorang istri dan anak-anaknya. Terdapat hubungan interaksi
yang harmonis, sehingga muncul kemungkinan peluang yang sangat tepat untuk
membentuk jiwa dan kepribadian si anak dengan mengajarkan nilai-nilai budaya
warisan leluhur mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar